Ads Top

Jelajah Kota Malang & Kota Batu

Menjelajahi Kota Malang sampai Batu, ini sebetulnya bukan tujuan awal tempat liburan gue di bulan Agustus. Tadinya itu, gue berniat mau berminggu sendirian di Yogyakarta. Yap! Sendirian, jangan ditanya lagi kenapa gue sendirian.

Dikarenakan rekan sekantor yang duluan dapet jadwal liburan dan bertujuan ke Jogja. Akhirnya gue putuskan untuk membatalkan niat berminggu di Jogja. Ya, biar beda aja kota tujuannya. Lagipula, kota Jogja bukanlah yang pertama kalinya gue kunjungin. Ditambah rekan kantor lainnya yang memilih berlibur di Bali dan si Tak Cemas yang juga sekantor sama gue itu berlibur ke Gunung Merbabu di Boyolali, gue jadi pikir-pikir mau liburan kemana.

Setelah sempat melupakan sebuah tujuan kemana untuk menikmati liburan, datanglah sebuah ajakan ke Malang dari seorang perempuan bernama Imel yang kita juga belum lama berkenalan. Imel dan kedua temannya (Nadia & Tatyana atau biasa dipanggil Mimi) berniat ingin ke Gunung Bromo. Kebetulan belum pernah berkunjung ke Bromo dan menjelajahi kota Malang, sepertinya meng-iyakan ajakan Imel bukanlah sebuah kesalahan. Lagian kapan lagi liburan bareng ciwi-ciwi. #Plakkk #digampar.

 Kiri ke kanan (Imelda, Tatyana/Mimi, Gue)


22.08.2016 - Hari Keberangkatan

Dengan Diskon Rp 20.000 Seluruh Rute Kereta Api dari Tiket.com di bulan Agustus 2016 kemarin, gue berhasil ngantongin tiket PP Jakarta-Malang, Malang-Jakarta. Hari keberangkatan yang dinantikan telah tiba dan buruknya salah satu teman Imel yang bernama Nadia batal berangkat dikarenakan ada urusan keluarga. Yap, Buruk. Itu artinya berkurangnya jumlah orang yang ikut akan semakin bertambahnya jumlah budget yang diangkut. Mau tak mau, akhirnya kita berangkat bertiga.


Mereka pesan tiket lebih awal dibanding gue, itu artinya kita berpencar karena nomor kursi yang berbeda tetapi masih satu gerbong. Tak selamanya kabar buruk menjadi benar-benar buruk, ketidakhadiran Nadia justru membawa kami menyatu dalam gerbong. Bentar, bahasa gue gak enak banget ya? menyatu dalam gerbong?. Ahhh pokoknya gak misah jauh lah, sebelahan gitu. Tetapi, yang seharusnya kita sebelahan kini malah justru berdekatan karena nego swap kursi ke empat ciwi-ciwi disebelah yang hasilnya sama sama saling menguntungkan. Saling sapa, tanya jawab dan dengan tujuan yang sama, kenal lah kita dengan mereka berempat dikereta.

23.08.2016 - Tiba Di Malang

Kurang lebih 16 Jam dengan beberapa kali ubah posisi duduk karena pegal-pegal juga keram, perjalanan Jakarta-Malang bersama Kereta Matarmaja kita lewatin. Akhirnya sampai juga di Kota Malang. Satu kata yang ada dalam kepala gue ketika menginjak kembali Kota Malang, adalah "Sempol". Ya, Sempol adalah jajanan khas Kota Malang yang bentuknya unik dan rasanya asik. Berikut penampakan sempol Malang :

Foto dari Beritakuliner.com


Okeh, lupain sempol sejenak. Gue akan bahas Sempol Malang dipostingan berbeda. Seturunnya dari kereta, kita cari sarapan di sekitar stasiun juga sambil menentukan kita akan kemana dulu. Selesai sarapan gue mulai berulah. Efek dari kenyang sama dengan bego (Kenyang = Bego), gue langsung ajak mereka berdua naik angkot ke Pasar Tumpang, Malang. Menghabiskan biaya 90ribu bertiga yang ternyata itu adalah angkot carteran dari Stasiun Malang ke Tumpang dan dengan niat mencari penginapan di sekitar Bromo juga tujuan utama kita ke Gunung Bromo dulu, itu justru memperlihatkan betapa kenyang nya gue. Ya, lebih tepatnya betapa kenyang sama dengan begonya gue. Sebetulnya ini juga didasari oleh Imel yang ingin lebih dulu ke Bromo dan cari penginapan disana. Udah bego ditambah cari-cari alasan, makin bego aja gue. Hahaha..

Sesampainya di Pasar Tumpang dengan banyak tawaran ke Bromo dari para calo-calo yang sama sekali tidak menggiurkan, keluarlah opsi terpendam dari Imel yang mengajak kembali ke arah stasiun untuk cari penginapan di sekitar sana dan mengurungkan niatnya untuk ke Bromo lebih awal. Kenapa gak dari awal bilang gini mel, kalo dari awal kan gue gak keliatan begonya. #plakkk #alibilagi. Berangkatlah kita dengan angkot yang bukan carteran dan lebih murah dari 90ribu bertiga.

Okeh! Lupakan 90ribu bertiga. Dalam perjalanan mencari penginapan, sempat terdengar candaan supir angkot yang menjuluki kami bertiga sebagai "Jejak Persahabatan". Hanjirrr, kayaknya punya pengalaman persahabatan yang keren nih supir angkot di masa mudanya. Hahahaha. Akhirnya kita dapat penginapan di Jona's HomeStay. Cukup murah, unik dan nyaman tempatnya. Sedikit penampakan Jonas HomeStay :

Foto diatas diambil dari hotelmalangmurah.wordpress.com


Penginapan sudah dapat, kemudian kita cari rental motor. Ya, jadi rencananya kita akan sewa motor yang bisa kita gunain untuk menjelajah Malang, Batu dan tentunya bisa diajak ke Bromo. Tak ada peringatan secara lisan motornya tidak boleh dibawa ke Bromo, akhirnya kita dapat dua motor sewaan dari salah satu rental motor di Malang yang gak bisa gue sebutin namanya karena sangat tidak rekomended untuk sewa motor disana.

Berangkatlah kita ke BNS (Batu Night Spectacular) dengan motor-motor sewaan itu. Belum jauh meninggalkan tempat sewa motor itu, tanda-tanda ketidaksehatan dan ketidakterawatan motor yang kita sewa mulai terlihat. Karena memang tadinya tersisa motor itu saja yang dapat kita sewa maka dari itu tak ada pilihan lain. Sampailah kita di BNS sekitar jam 5an sore.

Batu Night Spectacular atau yang biasa disingkat BNS ini adalah tempat wahana wisata yang cukup terkenal di Kota Batu. BNS memiliki banyak wahana yang bisa kalian lihat disini : WAHANA BNS.
Cukup bayar Rp 30.000/Orang untuk weekday(Senin-Kamis) dan Rp 40.000/Orang untuk weekend(Jumat-Minggu). Dengan tiket itu, tidak semua wahana dapat kita kunjungi. Untuk dapat mengunjungi semua wahana kita bisa membeli tiket terusan senilai Rp 100.000/Orang.

Dari sekian banyak wahana, ada satu wahana yang gue kunjungin sendirian. Iya, karena Imel dan Mimi takut masuk wahana ini. Yap! Wahana ini namanya Rumah Hantu BNS. Lihat betapa kagetnya gue masuk Rumah Hantu BNS disini. Di BNS kita ketemu lagi dengan ciwi-ciwi yang kita kenal di kereta, nih sedikit foto-fotonya :

Kiri ke kanan (1 dari 4 ciwi-ciwi itu, Imelda, 2 dari 4 ciwi-ciwi itu, 3 dari 4 ciwi-ciwi itu, Mimi dan 4 dari 4 ciwi-ciwi itu.) hehehe... Lupa namanya.

Sorry, gue lupa nama kalian masing-masing. kalo kalian baca tulisan ini, komen ya :p hahaha. Sedikit bincang-bincang dengan mereka, ternyata ke 4 ciwi-ciwi ini dapet penginapan di daerah Batu yang tepatnya seberang BNS. Karena penginapan di Jonas kita hanya sewa sehari akhirnya kita putusin juga buat cari penginapan lagi di daerah Batu yang juga karena tujuan kita selanjutnya adalah Omah Kayu, Coban Rondo dan Museum Angkut yang letaknya masih di Kota Batu.

Selesai muterin BNS kita cabut ke Homestay tapi sebelum cabut kita mau cari makan malam dulu biar sampe homestay tinggal molor. Hehehe. Sepulang dari BNS dalam perjalanan mencari makan malam, Si Mimi berhasil mengundang suasana horror (untuk cerita yang satu ini bakal gue ceritain di postingan terpisah. :p).

Sampailah di sebuah rumah makan yang gue juga lupa nama dan letaknya, maklum suasana sedang horror jadi lupa buat motoin atau sekedar nginget nama dan lokasinya. Selesai makan kita ngibrit ke homestay. Sampe homestay niat mau molor malah dapet suasana horor. hahaha


24.08.2016 - Sehari 3 Tempat Wisata

Rabu, 24 Agustus 2016. Kita bertiga niat menghabiskan hari ini dengan 3 tempat wisata. Sebelum menuju tujuan wisata, kita bertiga cari penginapan lagi di sekitar BNS. Dapatlah kita penginapan murah dan rekomended sekali bagi kalian yang ingin mencari penginapan di sekitar Kota Batu. Penginapan itu bernama Dini's HomeStay yang lokasinya terletak di Desa Oro oro Ombo Kota Batu, tepatnya seberang BNS. Tujuan utama wisata kita hari ini adalah Omah Kayu kemudian Coban Rondo dan kita akhiri dengan berkunjung ke Museum Angkut. Berikut ini sedikit foto-fotonya :

Gue, Mimi & Imel di Omah Kayu


Imel, Gue & Mimi di Coban Rondo

Imel, Mimi, Bendera Bosendirumah & Gue di Museum Angkut



Mengunjungi 3 tempat wisata sekaligus dalam sehari cukup melelahkan kita bertiga, terlebih tujuan wisata besok adalah Gunung Bromo. Harus bangun pagi-pagi banget karena kita motoran ke Bromo dan ngincer sunrise.

25.08.2016 - Mengejar Sunrise (Bromo)

Mata masih penuh belek, ngantuk, badan masih menggigil kedinginan dan kita bela-belain motoran dari jam setengah tiga dini hari (kalo gue gak salah inget, coba Imel & Mimi tolong dikoreksi ini). Perjalanan dari Dini's Homestay di Kota Batu sampai pos pendaftaran Gunung Bromo, makan waktu kurang lebih 2 jam (ini juga kalo gue gak salah inget, coba Imel & Mimi tolong dikoreksi lagi :p). Niat mau nikmatin sunrise malah gak kekejar. Seperti biasa, bagi - bagi sedikit potonya dulu :

Kan! udah terang nyampe sini.

Cuma dapet dimari, itu juga udah tinggi mataharinya.

Buat gue pribadi, perjalanan menuju Bromo dengan menggunakan motor gak segampang yang gue bayangin. Melewati medan yang berliku, menanjak dan ditambah salah satu motor diantara kita bocor. Rintangan banget dan pastinya menjadi pengalaman yang baru buat gue.

Setelah berhasil menambal ban, kita melanjutkan perjalanan. Banyak keseruan dan rintangan yang kita lewatin bertiga dalam perjalanan ke Bromo sampai balik lagi ke Homestay. Dalam perjalanan pulang ke homestay kita kembali mendapati ban bocor dengan motor yang sama dan ban yang sama. Sebelum kembali mendapati ban motor yang bocor, kita juga sempat bertemu dengan rombongan karnaval kemerdekaan di Desa Ngadas.







Sampailah kembali kita ke Homestay sekitar jam 6 sore dan tepat malam Jum'at sebelum tidur, datang sebuah cerita horror dari Imel dan Mimi yang sempat keluar rumah cari makan malam. Cerita horror ini juga akan gue buatin postingan terpisah. Alasannya ya karena postingan ini udah kepanjangan.

26.08.2016 - Santai di Homestay + Kulineran

Hari jum'at ini kita habisin waktu buat santai - santai di homestay dan kulineran dari sore sampe malam juga sekalian pindah penginapan lagi. Kali ini kita dapat di Hotel Camelia, Malang. Kita lompat lagi ke Malang karena tujuan besok sebelum pulang ke Jakarta, kita mau mampir dulu ke pesisir selatan Kota Malang. Yap! Pantai Goa China. 

Ngeskrim seru di Toko Oen

Ngopi-ngopi santai di Java Dancer Coffee

Ngebakso asik di Bakso Bakar Trowulan

Ngeronde hangat di Ronde Titoni

Perut udah aman dan sepertinya Ronde Titoni harus mengakhiri kulineran kita hari ini, itu juga artinya kita harus kembali ke Hotel Camelia yang juga menjadi tempat penginapan terakhir kita di Malang.


27.08.2016 - Mengejar Sunrise (Pantai Goa China)

Belum sempat puas tidur, pagi dini hari kita sudah harus bangun. Kali ini kita kembali mengejar sunrise tapi tujuannya ke Pantai Goa China di pesisir selatan Kota Malang. Perjalanan yang kita tempuh cukup jauh dan panjang. Ketika memasuki perkampungan menuju pesisir selatan Kota Malang, rintangan kali ini adalah kabut yang berhasil menutupi cahaya lampu depan motor kita. Perjalanannya begitu minim cahaya, hanya ada cahaya lampu motor kita dan kendaraan lain di lawan arah, itupun kalo ketemu kendaraan lain. Bisa dihitung berapa kendaraan yang kita jumpai dari lawan arah ataupun arah yang sama.

Kali ini kita salah mengira sunrise akan bagus terlihat dari Pantai Goa China. Ternyata, Pantai Goa China ini lebih cocok untuk menikmati sunset. Tetapi tak ada salahnya menimati sunrise di Pantai Goa China.



Karena checkout hotel jam 11 atau jam 12 siang gitu, gue lupa. Kita juga harus balik ke Jakarta dengan tiket keberangkatan jam 3 sore, jadi nikmatin Pantai Goa China kurang lebih cuma sampai jam 9 Pagi. Rasa tak ingin kembali ke Jakarta mulai terucap dari kita bertiga. Aaargh! Berasa pengen tinggal di Malang. Tapi walau bagaimanapun, kita bertiga punya tanggung jawab dengan aktifitas masing masing yang harus tetap dijalanin. Sebelum balik ke Jakarta, gue pribadi sempat berjanji akan balik lagi ke Malang. Dengan penuh rasa syukur kepada Tuhan YME atas segala Mahakarya-Nya yang telah kita nikmatin, akhirnya kita kembali ke Jakarta.

28.08.2016 - Sampai di Jakarta

Minggu pagi, sampailah kita di Jakarta. Suasana Jakarta pagi itu cukup menambah lelah raga ini. Satu persatu diantara kita mulai berpisah kerumah masing-masing. Beruntungnya, hari itu adalah hari Minggu dan gue bisa puas tidur tanpa terganggu. 

Sekian Catatan Perjalanan dari gue, mohon maaf kalo ada yang kelewat atau salah salah kata. Jika ada gambar, tulisan atau kalimat-kalimat yang tidak pantas/layak silakan komentar dibawah ini. Agar dapat saya perbaiki secepatnya. Terima Kasih, Salam Jejak Persahabatan. Wakwakwak.... Kata "Jejak Persahabatan" itu yang selalu ngingetin kita sama perjalanan ini.


Udah ah, nyuci kupluk dulu...

5 comments:

  1. lol banget bang baru sempet baca #supertelat. Gue pengen ngepost juga di blog tapi agak mager-mager gimana gitu hahahah

    ReplyDelete
  2. kalo ke malang lagi hub gue aje bang haha ntar gua inepin dirumah wkwkw lol~ malang masih banyuak lg wisata iconic nya :)

    ReplyDelete
  3. Artikel yang sangat bermanfaat. Jangan Lupa Kunjungi http://mesinindo.com/ Untuk Melihat Artikel Bermanfaat Lainnya.

    ReplyDelete
  4. lucu brooo... mau dapat prediksi togel online yang
    mantappp??? yuk berkunjung ke prediksihokitogel.blogspot.com
    bandarnaga.com agen togel online terbaik dan terpercaya

    ReplyDelete

Powered by Blogger.